MANGROVEMAGZ. Hai Magzrover! Apakah Anda pernah menanam mangrove? Atau bahkan sudah sering melakukan penanaman mangrove? Bagi yang belum pernah, artikel kali ini, bisa membantu Anda dalam memandu program penanaman mangrove di lapangan. Selain itu, bagi Anda yang sudah sering melakukan penanaman mangrove, artikel ini juga bisa menambah referensi dan pengetahuan Anda tentang teknik penanaman mangrove yang umum dilakukan di Indonesia.
Sebagai informasi, sebelumnya kami telah memuat artikel tentang “Empat Pekerjaan yang Harus Anda Lakukan Sebelum Menanam Mangrove” dan "Lima Pekerjaan yang Harus Anda Lakukan Setelah Menanam Mangrove”, oleh karena itu, artikel ini akan semakin melengkapi pengetahuan mangrove Anda sebagai Mangrover sejati. Yuk, simak!
Sekilas, cara menanam mangrove hampir sama dengan menanam pohon di darat, yang membedakannya adalah tempat menanamnya, dimana mangrove hidup di area yang terkena pengaruh pasang-surut air laut.
Lumpurnya, bikin nagih!
Oh, ya. Sebagai intermezzo, sudah barang tentu apabila menanam mangrove, Anda akan basah oleh air laut dan kotor oleh lumpur. Tapi jangan takut, bukankah berani kotor itu baik (?). Saya jamin, menanam mangrove dengan lumpur sedalam pinggang, sensasinya luar biasa. Bikin ketagihan. Belom pernah coba? Wajib coba!
Sebelum ditanam, pastikan bibit mangrove yang akan Anda tanam dalam kondisi yang baik. Kondisi bibit yang baik adalah yang memiliki daun dan batang yang tidak rusak atau patah. Dengan mempersiapkan kondisi bibit yang baik, maka dapat meningkatkan kelulushidupannya.
Lalu, bagaimana cara menjaga bibit mangrove supaya tetap dalam kondisi yang baik? Hindari membawa bibit mangrove dalam jumlah yang banyak dengan menggenggam bagian batang atau daunnya, ini bisa menyebabkan rusak dan patah (untuk jenis Rhizhophora). Solusi terbaiknya adalah, bawalah bibit mangrove Anda dengan cara menggendong akarnya yang terbungkus polybag.
Sebelum ditanam, pastikan bibit mangrove yang akan Anda tanam dalam kondisi yang baik. Kondisi bibit yang baik adalah yang memiliki daun dan batang yang tidak rusak atau patah. Dengan mempersiapkan kondisi bibit yang baik, maka dapat meningkatkan kelulushidupannya.
Lalu, bagaimana cara menjaga bibit mangrove supaya tetap dalam kondisi yang baik? Hindari membawa bibit mangrove dalam jumlah yang banyak dengan menggenggam bagian batang atau daunnya, ini bisa menyebabkan rusak dan patah (untuk jenis Rhizhophora). Solusi terbaiknya adalah, bawalah bibit mangrove Anda dengan cara menggendong akarnya yang terbungkus polybag.
Penanaman mangrove menggunakan propagul.
Selain itu, bawalah mangrove sesuai kemampuan masing-masing. Jangan membawa bibit mangrove dalam jumlah yang banyak, apabila Anda sebenarnya tak mampu.
Sebagai informasi, penanaman mangrove dibagi menjadi dua cara, yaitu penanaman langsung dan penanaman tidak langsung. Penanaman langsung adalah penanaman yang dilakukan tanpa proses pembibitan terlebih dahulu (langsung menanam dengan buah mangrove, yang umum disebut propagul). Sedangkan penanaman tidak langsung adalah penanaman yang menggunakan bibit mangrove dari hasil pembibitan.
Penancapan ajir di lokasi penanaman mangrove.
Pada umumnya, kegiatan penanaman mangrove di Jawa merupakan penanaman tidak langsung, sedangkan di luar Jawa sebaliknya, dimana masyarakat pesisirnya mayoritas masih menggunakan cara penanaman langsung.
Di Pantura Jawa misalnya, hampir seluruh kegiatan penanaman mangrove dilakukan dengan menggunakan bibit mangrove, sementara itu diluar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, masih banyak yang menggunakan propagul.
Berikut ini, dijelaskan tahapan-demi tahapan dalam menanam mangrove.
1. Dibuka
Setelah bibit mangrove disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah membuka plastik polybag yang terletak pada bagian akar, bisa dengan cara dirobek ataupun ditarik ke bawah pada bagian paling bawah plastik.
Tujuan dibukanya plastik ini adalah untuk membantu mempermudah pertumbuhan akar bibit mangrove agar tidak terhalang oleh plastik, karena plastik berfungsi sebagai penampung substrat pada bibit.
Setelah bibit mangrove disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah membuka plastik polybag yang terletak pada bagian akar, bisa dengan cara dirobek ataupun ditarik ke bawah pada bagian paling bawah plastik.
Tujuan dibukanya plastik ini adalah untuk membantu mempermudah pertumbuhan akar bibit mangrove agar tidak terhalang oleh plastik, karena plastik berfungsi sebagai penampung substrat pada bibit.
Sebelum ditanam, pastikan bibit mangrove Anda dalam kondisi baik.
Sebagai informasi, terdapat bibit mangrove yang substratnya menggunakan pasir ataupun pasir berlumpur. Untuk substrat pasir, ketika dibuka plastiknya, maka substrat yang ada didalamnya langsung lepas dari akar bibit. Sebaliknya, substrat lumpur, sekalipun plastiknya dilepas, maka tidak akan membuat substrat yang menempel pada akar akan hilang.
Dibukanya plastik polybag, juga bertujuan untuk meminimalisir pencemaran lingkungan, terutama di kawasan pesisir karena plastik merupakan bahan yang sulit didaur ulang oleh alam.
2. Digali
Selanjutnya, gali substrat dimana lokasi mangrove akan ditanam. Dalam tahap ini, Anda bisa menggunakan alat bantu berupa cetok atau langsung dengan tangan kosong. Galilah substrat, hingga kira-kira 1/4 bagian bibit mangrove bisa masuk ke dalam tanah.
Galilah substrat mangrove cukup dalam, pastikan 1/4 bagian bibit tertanam dengan baik.
3. Ditanam
Tanam bibit mangrove di tempat yang sebelumnya telah digali. Ingat, setelah ditanam jangan lupa untuk ditutup kembali dengan substrat yang ada. Ini berguna untuk mengokohkan tegakan pada bibit mangrovenya.
Buka polybagnya, bantu alam "perang" dengan sampah plastik.
4. Diikat
Karena mangrove hidup bersinggungan langsung dengan pasang surut dan ombak di laut, maka untuk mengantisipasinya, ikatlah bibit mangrove dengan ajir (potongan bambu setinggi kurang lebih setengah meter, dengan diameter 1 cm) yang digunakan untuk mengikat bibit mangrove agar tidak roboh, setelah proses penanaman selesai.
Ajir membantu bibit mangrove tidak roboh pada saat terkena ombak.
Itulah tadi tahapan proses penanaman mangrove yang umum dilakukan di pesisir Indonesia. Apabila Anda mempunyai teknik penanaman yang lain, silahkan bagikan di kolom komentar ya.
TAGS : TOKO SEPATU IMPORT ONLINE







Tidak ada komentar:
Posting Komentar